Skip to content
Go back

IDENTITAS NASIONAL adalah - Materi KWN Terbaru 1

Updated:

IDENTITAS NASIONAL adalah

A. Identitas Nasional

Identitas nasional bangsa memiliki sifat. ciri khas. serta keunikan yang ditentukan oleh:

1) Faktor Obyektif

Faktor Obyektif. meliputi faktor geografis-ekologis. yaitu faktor alamiah yang membentuk wilayah negara memiliki iklim dan letak negara yang bersangkutan.

2) Faktor Subyektif.

Faktor Subyektif. yaitu kemajemukan masyarakat. baik dari sisi etnisitas maupun, budaya serta agama dan kepercayaan yang tercermin dalam ungkapan Bhinneka Tunggal Ika 

B. Latar Belakang

Ketika masa penjajahan, terjadi akulturasi dan proses mempengaruhi-dipengaruhi. Akibatnya hilangnya jati diri bangsa. Indonesia rindu akan karakter pemuda yang beridentitas dan berjati diri Pancasila. Atas dasar itu. lahirlah Pergerakan Nasionalisme yang berjati diri “Indonesia” yang digagas oleh para pemuda yang ditumpahkan dalam “Sumpah Pemuda” 28 Oktober 1928. yang menyatakan perasan bernusa satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. yaitu Indonesia yang kemudian menjadi Identitas Nasional. Bangsa Indonesia dulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antar bangsa, kini mengalami krisis identitas dan krisis multidimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan pada tahun 1998. (Koento W. 2005). Krisis multidimensi menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya mengembangkan Identitas Nasional kita telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional.

C. Pengertian Identitas Nasional

D. Pembentukan Jati Diri.Bangsa

Mencari dan mengembangkan jati diri bangsa dapat dengan menemukan kembali atau memperoleh kesadaran baru melalui 2 pandangan :

  1. Mengartikan Jati diri bangsa sebagai konsep Theologis. identik dengan fitrah manusia. maka jati diri bangsa merupakan kualitas universal yang inheren pada semua manusia
  2. Melihat jati diri bangsa sebagai konsep politik. dengan asumsi dasar menjadi bangsa Indonesia tidak hanya tentang kelahiran saja. tapi juga pilihan rasional yang otonom

E. Nasionalisme Indonesia Wajah Identitas Nasional

a. Aspek Kognitif : menunjukkan adanya pengetahuan akan situasi/fenomena kolonial pada segala porsinya 
b. Aspek nilai : menunjukkan keadaan dianggap berharga untuk memperoleh hidup bebas dari kolonialisme
c. Aspek afektif : menunjukkan situasi yang dapat menyenangkan atau menyusahkan bagi pelakunya. misalnya diskriminasi

a) Bhinneka tunggal ika. tidak bersifat uniform, monolit. dan totaliter melainkan keanekaan budaya. bahasa. adat. dan tradisi lokal se-Nusantara.
b) Etis. karena selalu harus memahami etika Pancasila
c) Universalistik karena pengakuannya terhadap harkat kemanusiaan yang universal.
d) Terbuka secara kultural dan religius. karena ternyata bangsa Indonesia tidak menutup diri dan merupakan pertemuan dari beraneka ragam budaya dan agama.
e) Percaya diri. dengan menjalin komunikasi dengan tetangga dan dunia.


Share this post on:

Next Post
Materi TKD- Tes Wawasan kebangsaan (TWK)- UNDANG-UNDANG DASAR 1945