Skip to content
Go back

Strategi Pengembangan SIA - Terbaru - 1

Updated:

Strategi Pengembangan SIA

Berikut merupakan kesulitan-kesulitan perusahaan ketika mengembangkan sebuah sistem informasi akuntansi

Tiga cara untuk mendapatkan sebuah sistem informasi:

A. Membeli Perangkat Lunak

Perusahaan yang membeli perangkat lunak SIA mengikuti siklus hidup pengernbangan sistem (systems development life cycle) normal kecuali untuk hal:

1. Memilih Vendor

Vendor dipilih berdasarkan masukan dari konferensi, majalah industry, internet, atau dari buku telepon. Pemilihan harus dilakukan secara cermat karena vendor dengan sedikit pengalaman, modal yang tidak cukup, atau produk yang buruk akan menghilang dari bisnis dan meninggalkan para pelanggan dan produk-produknya tanpa solusi atau bantuan.

2. Memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak

Perusahaan yang membeli sistem yang besar atau kompleks mengirimi vendor permintaan untuk proposal (request for proposal- RFP). meminta vendor untuk mengajukan sebuah sistem yang memenuhi kebutuhan perusahaan. Penggunaan RFP penting karena: 
o   Menghemat waktu 
o   Menyederhanakan proses pembuatan keputusan
o Mengurangi kesalahan. Meminimalisir kesempatan mengabaikan factor penting 
o Menghindari potensi ketidaksepakatan Kedua belah pihak memiliki ekspektasi dan informasi yang sama

3. Mengevaluasi sebuah proposal dan memilih sebuah sistem

Mengevaluasi proposal :

Membandingkan kinerja sistem:

B. Pengembangan oleh Departemen Sistem Informasi In-House

Organisasi mengembangkan perangkat lunak yang dibuat khusus (custom software) untuk memenuhi kebutuhan unik sebuah perusahaan tertentu yang diharapkan axan memberikan sebuan keunggulan kompuiitif yang signifikan.
Custom software diciptakan in-house atau oleh perusahaan luar yang dibayar untuk membuatnya atau merakitnya dari inventaris modul program.
Ketika memanfaatkan pengembang luar, perusahaan harus menjaga pengendalian terhadap proses pengembangan:

1. Perangkat lunak yang dikembangkan pengguna akhir

Komputasi pengguna akhir (end user computing – EUC) merupakan pengembangan, penggunaan, pengendalian, terus menerus atas sistem informasi berbasis computer oleh para pengguna.

Keuntungan dan kerugian komputasi pengguna akhir

Keuntungan End User Computing (EUC)

EUC menawarkan keuntungan sebagai berikut:

Kekurangan End User Computing (EUC)

Kekurangan EUC:

Mengelola dan Mengendalikan Komputasi Pengguna Akhir

Help desk mendukung dan mengendalikan aktivitas pengguna akhir. Para analis dan teknisi yang menjawab pertanyaan pegawai dengan tujuan mendorong, mendukung, mengarahkan, dan mengendalikan aktivitas
pengguna akhir.

Tugas-tugas help desk adalah menyelesaikah masalah. menyebarkan informasi, mengevaluasi produk dan perangkat keras dan lunak serta memberitahukan para pengguna cara menggunakannya, membantu dalam pengembangan aplikasi. serta memberikan pemeliharaan dan dukungan teknis.

C. Mengalihdayakan Sistem (Outsourcing)

Pengalihdayaan (outsourcing) adalah mempekerjakan sebuah perusahaan luar untuk menangani seluruh atau sebagian aktivitas pengolahan data organisasi.

Keuntungan outsourcing

Kekurangan outsourcing

D. Manajemen Proses Bisnis

Rekayasa ulang proses bisnis (business process reengineering-BPR) adalah analisis dan desain ulang menyeluruh atas proses bisnis untuk mencapai peningkatan kinerja dramatis: seringnya peristiwa yang drastis dan satu kali. Dengan peningkatan lebih jauh. BPR telah berubah ke dalam BPM (bussines process manavement) atau manajemen proses bisnis. yaitu pendekatan sistematis secara berkelanjutan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan proses bisnis sebuah organisasi.

1. Prinsip Manajemen Proses Bisnis

Prinsip penting yang mendasari BPM: 

Sistem manajemen proses bisnis (business process management system-BPMS) adalah sebuah sistem yang mengotomatisasikan dan memfasilitasi peningkatan proses bisnis di seluruh SDLC. BPMS memiliki empat komponen utama:

  1. Sebuah mesin proses untuk memodelkan dan menjalankan aplikasi. termasuk aturan bisnis
  2. Analisis bisnis untuk rnembantu mengidentifikasi dan bereaksi terhadap isu-isu trend an peluang bisnis
  3. Alat-alat kolaborasi untuk menghapus penghalang komunikasi
  4. Pengelola isi untuk menyimpan dan mengamankan dokumen. gambar, dan file elektronik lain

E. Prototyping

Adalah sebuah pendekatan desain sistem yang berada dalam suatu model kerja disederhanakan yang tengan dikembangkan. Prototype dikembangkan menggunakan empat langkah:

1. Kapan menggunakan Prototype?

2. Keuntungan prototyping

3. Kerugian prototyping

F. Rekayasa Perangkat Lunak Dibantu Komputer

Computer aided software (or system) engineering- CASE adalah sebuah paket alat-alat terintegrasi yang digunakan oleh para pendesain ahli untuk membantu merencanakan, menganalisis, mendesain, memprogram, dan memelihara sebuah sistem informasi.

Alat-alat CASE menyediakan sejumlah keuntungan penting:

Masalah yang lebih serius dengan teknologi CASE:

Strategi Pengembangan SIA

Share this post on:

Next Post
Materi TKD- Tes Wawasan kebangsaan (TWK)- UNDANG-UNDANG DASAR 1945